Step 1: Be Sure

If you have accepted Christ as your Lord and Savior, you can be sure you are a Christian. You are not a Christian because you go to church, or because you do good things

Step 2: The Holy Spirit

God has given the gift of the Holy Spirit to those who accept Jesus Christ as Savior and Lord. When Jesus left this earth, He said that God His Father would send the Holy Spirit to be in His disciples. If you are a Christian, you can ask God to fill you with His Holy Spirit each and every day.

Step 3: Bible

God has not left us without help in leading the Christian life. He inspired holy writers over the centuries to write the Bible - 66 books organized into the New Testament and Old Testament. You can learn about Jesus; learn how to live a Christian life; and study the lives of godly men and women of old by reading the Bible. God has given you "His instruction book" to help us live a victorious Christian life.

Step 4: Church

You are not alone in living the Christian life. All the true Christians in the world are now your spiritual brothers and sisters. We encourage you to seek out other Christians near you who can help you grow in your Christian life. You can learn about God; spend time with other believers; worship God; and help and serve others in your local church.

Step 5: Prayer

God has given us the privilege of talking with Him. Talking with God is called prayer. We can pray to God at any time; Christ said He would be with us always. God as our heavenly Father loves to spend time with us.

Step 6: Share Your Faith

When Jesus left His disciples, He told them that they would be His witnesses - that they were to tell others about Him. As Christians, we have the privilege of telling other people the good news that Christ died for them.

Minggu, 09 Januari 2011

Alkitab adalah suara Allah

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal , tetapi walaupun kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku.” Yoh 5:39

Alkitab adalah suara Allah

Alkitab bukanlah buku dari pemikiran-pemikiran logis atau imajinasi tetapi memuat pengalaman-pengalaman nyata yang berhubungan dengan Allah dan bayak orang dalam kurun waktu yang panjang. Berdasarkan apa yang Allah telah nyatakan, Alkitab mencatat pengalaman-pengalaman mereka yang mentaati, perwahyuan Allah sepanjang keomposisinya selama 16.000 tahun. Tujuan tunggal dari pewahyuan-pewahyuan dan juga catatan-catatan adalah untuk memperkenalkan Yesus kepada kita. Itulah mengapa melalui Alkitab kita dapat mengenal Allah dengan baik.

Alkitab bukan hanya sebuah kumpulan dari catatan-catatan sejarah. Melalui Roh Kudus yang diam didalam kita, kita bisa mendengar firman Allah, yang dikatakan kepada Abraham dan Yoshua, dan juga Firman yang Yesus katakan kepada semua murid-muridnya.

Firman yang memuat perwahyuan Allah

Allah menyatakan kehenda-Nya melalui Alkitab (2Petrus 1: 12-21). Maka Alkitab adalah Firman Allah akan perwahyuan. Bertolak belakang dengan agama-agama lain, iman dalam ke-Kristenan memiliki arti mempercayai firman yang dinyatakan oleh Allah, yang menghasilkan iman yang hidup sebagaimana yang disaksikan oleh Roh Kudus diantara orang-orang percaya. Firman Allah adalah perkataan hidup yang kekal (Yoh 6:68), kebenaran yang tidak bisa dibungkamkan (Yoh 12:50), Firman yang menjadikan segala sesuatu (Ibrani 11:3) Di sinilah terletak otoritas Alkitab. Untuk alasan inilah, Alkitab tidak dapat dibatalkan (Yoh 10:35) dan tidak dapat berlalu (Mat 24:32-35), karena itu tidak mungkin memisahkan Allah yang kekal dari Firman-Nya yang kekal.

Oleh karena itu, Alkitab adalah perantara tertinggi dan perwahyuan pribadi Allah yang tidak kelihatan ( 2Timotius 3: 10-17). Lebih lanjut lagi, kehendak yang disingkapkan Allh melalui Alkitab adalah Yesus Kristus. Inilah bagaimana kita percaya kepada Yesus Kristus dan menerima keselamatan yang dijanjikan Allah seturut dengan kehendak yang dinyatakan-Nya (Yoh 20:30-31).

Yesus yang dengan sempurna menggenapi Alkitab.

Yesus adalah Dia yang diutus dengan sempurna menggenapi janji janji Alkitab dan pengharapan dari umat manusia. Yesus datang kedunia sesuai dengan firman pewahyuan dan menyelesaikan dengan sempurna keseluruhan Alkitab. Firman Alkitab terbentuk dari nubuatan yang menunjuk kepada kedatangan Yesus dan kesaksian-kesaksian akan penggenapannya. Secara singkat alkitab adalah “kesaksian mengenai Yesus Kristus” yang juga adalah Firman yang menuntut kita untuk memiliki hidup kekal melalui Dia (Yoh 5:39).

Yesus tidak pernah bertindak dari diri-Nya sendiri semasa kehidupan pelayanan resmi-Nya. Melainkan ia menjalani setiap jam kehidupan-Nya untuk menggenapi Alkitab dengan menyatakan tanda-tanda heran dalam proses penggenapan dari Firman (Mat 8:16) dan bahkan menang atas pencobaan dari Iblis (Mat 4:1-11). Sepanjang hidup-Nya, Yesus menggenapi Alkitab dan menyelesaikan dengan sempurna kehendak Allah yang memberikan hidup kekal kepada dunia ( Yoh 1:4)

Roh Kudus bekerja sesuai dengan Firman

Jika Yesus adalah yang menggenapi Alkitab yang memuat kehendak Allah, maka Roh Kudus adalah yang mengekspresikan kekuatan Allah sebagaimana adanya. (2Tim 3:16) Karena Roh Kudus memelihara pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan Yesus dan bersaksi mengenai-Nya.

Tanda-tanda heran yang diperbuat Yesusdan para murid-Nya terus terjadi sampai masa kini oleh gereja-gereja adalah sebuah kesaksian yang jelas bahwa Roh Kudus menjamin Firman Allah. (Mark 9:23 dan Yoh 14:13)

Roh Kudus yang bekerja sesuai dengan firman, menghancurkan pikiran dosa yang bertentangan dengan Allah dan roh Kudus mempengaruhi kita untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya (Roma 8:7-8).

Orang-orang kudus yang mengenal Otoritas Alkitab.

Firman dalam Alkitab adalah yang sama dari kemarin , sekarang dan selamnya dan bekerja atas kita dengan cara yang sama dengan apa yang Yesus genapi, dan Roh Kudus senantiasa menjaminnya.

Kesaksian-kesaksian dari nenek moyang sangat melimaph dalam Alkitab (Ibrani 11:1-3) dan terus berlanjut sampai saat ini karena firman Allah adalah jaminana-Nya (Bil 23:19) dan Allah menepatinya (Yeremia 1:12). Firman-Nya seperti uang kontan yang diterbitkan dan dijamin oleh-Nya bahwa doa kita dijawab (Yoh 15:7-8) Oleh karena itu kita harus menjunjung tinggi Firman Allah seperti harta terpendam (Mat 13:44), karena tidak ada yang mustahil bagi mereka yang mengenal otoritas Alkitab (Lukas 1:37).

Diambil dari Today’s Bereans Summer 2006 Vol 1 No.3

Jumat, 07 Januari 2011

Pemenang

Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? (1 Yoh 5:1-5)

Pemenang adalah orang yang malakukan sesuai dengan kebenaran didalam kasih Kristus. Ia tidak melakukan ketidakbenaran atau dusta. Sebab dalam kehidupan ini ada dua hal yang saling bertolak belakang yaitu kebenaran dan ketidakbenaran. Yesus mengatakan Akulah jalan, kebenaran dan hidup, sedangkan didalam dunia kekelaman ini hanya ada dusta dan maut dan penguasanya adalah iblis.

Pdt DR. Ki Dong Kim megatakan iman itu seperti anak panah yang lepas dari busur dan harus tepat sampai pada sasaran (target) itulah iman, kalau jatuh ditengah jalan atau tidak mencapai target itu bukan iman. Paulus mengatakan orang beriman seperti pelari yang harus mencapai garis finish sesuai atuaran pertandingan, walaupun dia bukan juara pertama, seorang pelari yang bisa mencapai garis finish, tetap dikatakan sebagai pemenang walaupun urutan yang terakhir.

Orang yang mengabaikan keingingan dagingnya dan hidup dengan pikiran dan keinginan nya selaras dengan Firman (kebenaran) sampai akhir hidupnya, dialah pemenang dan mendapatkan kebangkitan pertama dan mahkota dalam kehidupan kekal didalam kebahagia Allah disorga yang akan datang bersama Yesus Kristus.

Jimmy Kasie

Jakarta 07/01/2011

Rabu, 05 Januari 2011

Alkitab

Alkitab adalah kitab suci umat Kristiani. (Kadang-kadang disebut pula dengan istilah Injil, meskipun sesungguhnya hanya keempat kitab pertama dalam Perjanjian Baru yang disebut dengan Injil).

Alkitab dibagi atas dua bagian utama: Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Bagian-bagian utama ini disebut "Perjanjian" karena Allah bangsa Israel membuat perjanjian kepada manusia. Pertama kalinya antara Musa dan bangsa Israel dan kedua kalinya antara Yesus Kristus dan seluruh umat manusia.

Hampir semua buku Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, kecuali beberapa bagian yang ditulis dalam bahasa Aram dari kitab Daniel sedangkan semua buku Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani.

1. Asal kata "Alkitab"

Istilah Alkitab berasal dari kata "Al-Kitab" (bahasa Arab: الكتاب) berarti "buku" atau "kitab". Di negeri-negeri berbahasa Arab sendiri Alkitab disebut sebagai "Al-Kitab Al-Muqaddas" (bahasa Arab: الكتاب المقدس).

Dalam bahasa Indonesia, Alkitab kadang disebut dengan istilah Bibel. Filo (20 SM – 50 M) dan Yosefus menyebut Perjanjian Lama sebagai bibloi hiërai. Hieronimus, seorang Bapak Gereja yang disuruh oleh Paus Damasus untuk merevisi Alkitab Latin, berkali-kali menyebut Alkitab dengan nama Biblia yang merupakan kata dari bahasa Latin yang berarti "buku". Alkitab dalam bahasa Inggris menyebut kitab suci sebagai the Bible, dan dalam bahasa Jerman sebagai die Bibel.

2. Struktur dan pembagian Alkitab

Alkitab terdiri dari 66 bagian yang disebut dengan kitab atau buku, 39 termasuk dalam Perjanjian Lama dan 27 dalam Perjanjian Baru yang diakui oleh seluruh denominasi Kristen, serta kitab tambahan Deuterokanonika yang jumlahnya bervariasi menurut denominasi Kristen (kaum Protestan hanya mengakui ke-66 kitab non-Deuterokanonika).

Berdasarkan isinya dan gaya penulisan, Perjanjian Lama dapat dikelompokkan menjadi 5 bagian utama yaitu Kitab Taurat (5 kitab), Kitab Sejarah (12 kitab), Kitab Puisi (5 kitab), Kitab Nabi-nabi Besar (5 kitab) dan Kitab Nabi-nabi Kecil (12 kitab). Sementara pengelompokan untuk Perjanjian Baru adalah Kitab Injil (4 kitab), Kitab Sejarah (1 kitab), Surat-surat Rasuli (21 kitab) dan Kitab Wahyu (1 kitab).

Masing-masing kitab atau buku dibagi lagi menjadi beberapa pasal (mulai dari yang paling pendek 1 pasal: Obaja, Filemon, 2 Yohanes, 3 Yohanes, Yudas; dan yang paling panjang 150 pasal: Mazmur) dan masing-masing pasal dibagi menjadi beberapa ayat (mulai dari yang paling pendek 2 ayat: Mazmur 117; dan yang paling panjang 176 ayat: Mazmur 119).

"Alamat Alkitab" adalah cara yang digunakan untuk memudahkan pencarian lokasi ayat di dalam Alkitab. Kejadian 1:1, misalnya, menunjuk pada ayat pertama pada pasal pertama pada kitab Kejadian, yaitu kitab pertama dalam Alkitab.

Kitab-kitab di Alkitab disusun secara semi-kronologis. Semi-kronologis karena beberapa kitab tidak diketahui waktu penulisannya, dan beberapa lainnya merupakan kumpulan tulisan yang dikelompokkan menurut gaya penulisannya. Kitab Amsal yang ditulis oleh Salomo, misalnya, tidak ditempatkan setelah kitab 1 Raja-raja yang membahas riwayat Salomo, namun dikelompokkan bersama-sama dengan kitab-kitab puisi lainnya. (Ayub, Mazmur, Pengkotbah, Kidung Agung). Kitab nabi Yeremia yang hidup di zaman raja Yosia, contoh lainnya, tidak ditempatkan setelah kitab 2 Raja-raja yang membahas riwayat raja Yosia, namun bersama-sama dengan kitab-kitab nabi nabi besar lainnya (Yesaya, Ratapan Yeremia, Yehezkiel, dan Daniel. Kitab-kitab lainnya, terutama kitab-kitab sejarah, disusun secara kronologis dan urutannya mempengaruhi cara pembacaan agar tidak membingungkan. Kitab Keluaran, misalnya, tidak dapat dibaca sebelum membaca kitab Kejadian karena pembaca tidak akan mengerti latar belakangnya. Demikian juga kitab Kisah Para Rasul tidak dapat dibaca sebelum membaca keempat kitab Injil, karena kitab-kitab itu merupakan latar belakang penulisan Kisah Para Rasul. Namun beberapa kitab, seperti Amsal dan Pengkotbah, dapat dibaca secara lepas, walaupun pembaca akan lebih memahaminya jika mengetahui riwayat penulisnya, Salomo, yang dibahas di kitab-kitab sebelumnya (1 & 2 Raja-raja dan 1 & 2 Tawarikh).

Pembagian Alkitab ke dalam buku, pasal, dan ayat, dan pengurutannya merupakan hasil dari kanonisasi oleh bapak gereja mula-mula. Struktur tersebut tidak berubah selama ratusan tahun, namun beberapa terjemahan Alkitab terkadang memiliki konvensi yang sedikit berbeda, misalnya dalam kitab Mazmur Alkitab bahasa Indonesia nama penggubah Mazmur dan judul lagu dijadikan ayat yang pertama dalam suatu pasal, sedangkan dalam bahasa Inggris tidak. Oleh karena itu Alkitab bahasa Indonesia memiliki beberapa puluh ayat lebih banyak dari bahasa Inggris.

Selain itu setiap terjemahan Alkitab memiliki bagian sub-pasal yang disebut dengan perikop, yaitu yang membahas suatu topik tertentu.

Selain itu semenjak dahulu ada diskusi tentang kanon Alkitab: buku apa saja yang bisa dianggap bagian dari Alkitab. Pada abad ke-3 SM, Alkitab Ibrani atau Tanakh diterjemahkan dalam bahasa Yunani. Terjemahan ini disebut Septuaginta, tetapi memuat sejumlah buku yang tidak terdapat dalam versi Yahudi. Buku-buku ini disebut buku-buku Deuterokanonika.

3. Daftar Kitab dalam Alkitab

Alkitab terdiri dari:

  • 39 kitab Perjanjian Lama atau kitab-kitab bahasa Ibrani; karena 97% isinya ditulis dalam bahasa Ibrani dan sisanya dalam bahasa Aramaik.
  • 27 kitab dan surat Perjanjian Baru atau kitab-kitab bahasa Yunani; karena ditulis dalam bahasa Yunani oleh para pengikut Kristus (disebut sebagai orang Kristen).
  • Kitab-kitab Deuterokanonika atau Apokrif (hanya dipakai oleh gereja Katolik Roma dan Ortodoks dan jumlahnya berbeda-beda menurut denominasi. Kristen Katolik memakai 7 kitab dan 2 tambahan pada kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya.)

NoPerjanjian Lama
DeuterokanonikaPeranjian Baru
1
Kitab Kejadian
Kitab Tobit
Injil Matius
2
Kitab Keluaran
Kitab Yudit
Injil Markus
3
Kitab Imamat
Kitab 1 Makabe
Injil Lukas
4
Kitab Bilangan
Kittab 2 Makabe
Injil Yohanes
5
Kitab Ulangan
Kitab Kebijaksanaan Salomo
Kisah Para Rasul
6
Kitab Yosua
Kitab Yesus bin Sirakh
Surat Paulus: Roma
7
Kitab Hakim-Hakim
Kitab Barukh
Surat Paulus: 1 Korintus
8
Kitab Rut
Surat Yeremia
Surat Paulus: 2 Korintus
9
Kitab 1 Samuel
Tambahan Daniel
Surat Paulus: Galatia
10
Kitab 2 Samuel
Tambahan Ester
Surat Paulus: Efesus
11
Kitab 1 Raja-Raja

Surat Paulus: Filipi
12
Kitab 2 Raja-Raja

Surat Paulus: Kolose
13
Kitab 1 Tawarikh

Surat Paulus: 1 Tesalonika
14
Kitab 2 Tawarikh

Surat Paulus: 2 Tesalonika
15
Kitab Ezra

Kitab Paulus: 1 Timotius
16
Kitab Nehemia

Kitab Paulus: 2 Timotius
17
Kitab Ester

Kitab Paulus: Titus
18
Kitab Ayub

Kitab Paulus: Filemon
19
Kitab Mazmur

Surat Kepada Ibrani
20
Kitab Amsal

Surat Yaobus
21
Kitab Pengkotbah

Surat Petrus yang Pertama
22
Kitab Kidung Agung

Surat Petrus yang Kedua
23
Kitab Yesaya

Surat Yohanes yang Pertama
24
Kitab Yeremia

Surat Yohanes yang Kedua
25
Kitab Ratapan

Surat Yohanes yang Ketiga
26
Kitab Yehezkiel

Surat Yudas
27
Kitab Daniel

Wahyu Kepada Yohanes
28
Kitab Hosea


29
Kitab Yoel


30
Kitab Amos


31
Kitab Obaja


32
Kitab Yunus


33
Kitab Mikha


34
Kitab Nahum


35
Kitab Habakuk


36
Kitab Zefanya


37
Kitab Hagai


38
Kitab Zakharua


39
Kitab Maleakhi




4. Pembagian Alkitab dan Statistik Alkitab

Pembagian dan statistik ke-66 kitab dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Alkitab Perjanjian Lama Taurat
Kej. kitab 1 50 pasal 1533 ayat 31831 kata[1]
Kel. 2 40 1213 26962
Im. 3 27 859 20068
Bil. 4 36 1288 26857
Ul. 5 34 959 23015
Tulisan-tulisan Kitab sejarah Yos. 6 24 658 15281
Hak. 7 21 618 15785
Rut 8 4 85 2162
1Sam. 9 31 810 20745
2Sam. 10 24 695 16794
1Raj. 11 22 816 20016
2Raj. 12 25 719 19090
1Taw. 13 29 942 16879
2Taw. 14 36 822 20989
Ezr. 15 10 280 6176
Neh. 16 13 406 8706
Est. 17 10 167 4785
Kitab puji-pujian/ucapan syukur Ayb. 18 42 1070 14474
Mzm. 19 150 2461 35156
Ams. 20 31 915 11871
Pkh. 21 12 222 4496
Kid. 22 8 117 1974
Nabi-nabi Nabi-nabi besar Yes. 23 66 1292 30632
Yer. 24 52 1364 34516
Rat. 25 5 154 2514
Yeh. 26 48 1273 31797
Dan. 27 12 357 9747
Nabi-nabi kecil Hos. 28 14 197 4297
Yl. 29 3 73 1617
Am. 30 9 146 3414
Ob. 31 1 21 507
Yun. 32 4 48 1095
Mi. 33 7 105 2496
Nah. 34 3 47 979
Hab. 35 3 56 1152
Zef. 36 3 53 1322
Hag. 37 2 38 947
Za. 38 14 211 5142
Mal. 39 4 55 1481
Perjanjian Baru Injil Injil Sinoptik Mat. 40 28 1071 20168
Mrk. 41 16 678 13079
Luk. 42 24 1151 22259

Yoh. 43 21 879 17067
Sejarah
Kis. 44 28 1007 22066
Surat Surat-surat Paulus Rom. 45 16 433 8846
1Kor. 46 16 437 8943
2Kor. 47 13 257 5897
Gal. 48 6 149 2959
Ef. 49 6 155 2725
Flp. 50 4 104 1953
Kol. 51 4 95 1866
1Tes. 52 5 89 1749
2Tes. 53 3 47 954
1Tim. 54 6 113 2184
2Tim. 55 4 83 1558
Tit. 56 3 46 898
Flm. 57 1 25 390

Ibr. 58 13 303 6483
Surat-surat Petrus 1Ptr. 59 5 108 1838
2Ptr. 60 5 105 2328

Yak. 61 3 61 1517
Surat-surat Yohanes 1Yoh. 62 5 105 2410
2Yoh. 63 1 13 285
3Yoh. 64 1 14 316

Yud. 65 1 25 638
Akhir zaman
Why. 66 22 404 10396
Total Statistik Perjanjian Lama atau Kitab-Kitab Ibrani 39 929 23145 496485
Total Statistik Perjanjian Baru atau Kitab-Kitab Yunani Kristen 27 260 7957 161772
Total Statistik Alkitab 66 buku 1189 pasal 31102 ayat 658257 kata


5. Penulis dan perkiraan tahun penulisan



Nama kitabPenulisPerkiraan Tahun Penulisan
Kitab KejadianMusa 1445 SM
Kitab KeluaranMusa 1444 SM
Kitab ImamatMusa 1443 SM
Kitab BilanganMusa 1443-1405 SM
Kitab UlanganMusa1405 SM
Kitab YosuaYosua 1375 SM
Kitab Hakim-HakimSamuel 1375-1075 SM
Kitab RutSamuelSelama masa Hakim-hakim
Kitab 1 SamuelTidak dikenal 1000 SM
Kitab 2 SamuelTidak dikenal 960 SM
Kitab 1 Raja-rajaTidak dikenal Abad keenam SM
Kitab 2 Raja-rajaTidak dikenal Abad keenam SM
Kitab 1 TawarikhEzra Abad kelima SM
Kitab 2 TawarikhEzra Abad kelima SM
Kitab EzraEzra 535-475 SM
Kitab NehemiaEzra 445-433 SM
Kitab EsterTidak dikenal483-474 SM
Kitab AyubTidak dikenal1800 SM
Kitab MazmurDaud, Asaf, dan beberapa penulis lain1440-580 SM
Kitab AmsalSalomo dan penulis lain 950 SM
Kitab PengkotbahSalomo 935 SM
Kitab Kidung AgungSalomo 960 SM
Kitab YesayaYesaya 739-700 SM
Kitab YeremiaYeremia 627-560 SM
Kitab RatapanYeremia 586 SM
Kitab YehezkielYehezkiel 593-571 SM
Kitab DanielDaniel 606-534 SM
Kitab HoseaHosea 760-725 SM
Kitab YoelYoel 838 SM
Kitab AmosAmos 760 SM
Kitab ObajaTidak dikenal 845 SM
Kitab YunusYunus 782 SM
Kitab MikhaMikha 735 SM
Kitab NahumNahum 650 SM
Kitab HabakukHabakuk 609-599 SM
Kitab ZefanyaZefanya 640 SM
Kitab HagaiHagai 520 SM
Kitab ZakhariaZakharia 520 SM
Kitab MaleakhiMaleakhi 500 SM
Injil MatiusMatius 60 M
Injil MarkusMarkus 60 M
Injil LukasLukas 60 M
Injil YohanesYohanes 60 M
Kisah Para RasulLukas 64 M
Surat Paulus kepada Jemaat di RomaPaulus 58 M
Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di KorintusPaulus 56 M
Surat Paulus yang Kedua kepada Jemaat di KorintusPaulus 57 M
Surat Paulus kepada Jemaat di GalatiaPaulus 56 M
Surat Paulus kepada Jemaat di EfesusPaulus 62 M
Surat Paulus kepada Jemaat di FilipiPaulus 62 M
Surat Paulus kepada Jemaat di KolosePaulus 62 M
Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Tesalonika Paulus 52 M
Surat Paulus yang Kedua kepada Jemaat di TesalonikaPaulus 52 M
Surat Paulus yang Pertama kepada TimotiusPaulus 64 M
Surat Paulus yang Kedua kepada TimotiusPaulus 66 M
Surat Paulus kepada TitusPaulus 64 M
Surat Paulus kepada FilemonPaulus 62 M
Surat kepada Orang Ibrani Tidak dikenal 70 M
Surat YakobusYakobus 60 M
Surat Petrus yang PertamaPetrus 63 M
Surat Petrus yang KeduaPetrus 68 M
Surat Yohanes yang PertamaYohanes 85-90 M
Surat Yohanes yang KeduaYohanes 85-90 M
Surat Yohanes yang KetigaYohanes 85-90 M
Surat YudasYudas65-90 M
Wahyu kepada Yohanes

Yohanes
90-96 M

6. Ketersediaan

Terhitung tanggal 1 Januari 2007, terdapat 2.436 jumlah bahasa dan dialek yang telah digunakan dalam menerbitkan sedikit-dikitnya satu buku dari Alkitab. Alkitab telah dicetak lebih dari 4.700.000.000 eksemplar dan merupakan "buku" yang paling banyak diterjemahkan dan dicetak di dunia. (sebagai catatan, jumlah bahasa yang digunakan di seluruh dunia tercatat 6.912 bahasa dari 39.491 bahasa yang pernah ada.)

7. Injil dan sejarah

Jesus Seminar adalah sekelompok ahli yang mempertanyakan dan memperdebatkan perkataan-perkataan dan tindakan tercatat Yesus dan melakukan pemungutan suara untuk menentukan sejauh apa mereka dapat mempercayai pernyataan-pernyataan di dalam Injil.

Para kritikus Alkitab mengindikasikan bahwa catatan tentang Yesus telah ditambah-tambahi melalui tradisi oral turun-temurun dan tidak dituliskan hingga sepeninggal para rasul. Maka dari itu para kritikus tersebut mempertanyakan keakuratan penggambaran sosok Yesus yang sesungguhnya.

Di lain pihak, para sejarawan Kristen memberikan bukti-bukti sejarah bahwa Yesus yang digambarkan di dalam Injil dan Alkitab yang ada sekarang ini layak untuk dipercayai. Ada dua pertanyaan yang dijawab, yaitu: Kapan dokumen asli Injil ditulis? Dan siapa yang menulisnya?

Bagian terbesar dalam Perjanjian Baru adalah 13 surat Paulus untuk gereja-gereja muda dan beberapa individu. Surat-surat Paulus, yang ditulis sekitar pertengahan tahun hingga pertengahan tahun (12-33 tahun setelah Kristus) merupakan tulisan-tulisan pertama tentang kehidupan dan pengajaran Yesus. Will Durant menulis tentang pentingnya tulisan-tulisan Paulus dari segi sejarah, "Bukti Kristen tentang Kristus dimulai dari surat-surat yang ditulis oleh Santo Paulus. ... Tidak ada yang pernah mempertanyakan eksistensi Paulus, atau perjumpaannya beberapa kali dengan Petrus, Yakobus, dan Yohanes; dan Paulus mengaku dengan iri bahwa orang-orang tersebut telah mengenal Yesus secara langsung."

Tabel perbandingan dokumen kuno Yunani

Buku
Ditulis
Salinanan paling awal
Perbedaan
dari aslinya

Jumlah
salinan
yang selamat

lliad oleh Homer800 SMc. 400 SM400 tahun643
Sejarah tulisan Herodotus460-400 SMc. 900 M1350 tahun8
Sejarah tulisan Thucydides 480-425 SMc. 900 M1300 tahun8
Tulisan Plato400 SMc. 900 M 1300 tahun7
Gallic Wars tulisan Caesar100-44 SMc. 900 M1000 tahun10
Perjanjian Baru50-100fragmen - c.114
beberapa buku - c.200
hampir lengkap - c.250
lengkap - c.325
+50 tahun
100 tahun
150 tahun
225 tahun
5.366

Kelompok Jesus Seminar berpendapat bahwa Injil ditulis paling awal tahun 130 hingga 150 oleh penulis yang tidak diketahui, jika hal tersebut benar, maka ada kira-kira 100 tahun setelah kematian Yesus (oleh sejarawan diperkirakan antara tahun 30-33). Namun hampir semua sejarawan Kristen lainnya telah mencapai konsensus bahwa Injil ditulis oleh para rasul pada abad pertama. Tiga bukti kuat mengenai hal tersebut adalah:

  • Dokumen-dokumen ajaran sesat seperti pengikut Marsion dan Valentinus yang mengutip dari Perjanjian Baru.
  • Dokumen-dokumen yang ditulis oleh sumber sejarah mulal-mula, seperti Klementinus dari Roma, Ignatius, dan Polikarpus.
  • fragmen Injil yang ditemukan dan dengan penanggalan-karbon diperkirakan berasal dari paling akhir tahun 117

Arkeologis Alkitab William Albright menyimpulkan bahwa keseluruhan Perjanjian Baru ditulis "sangat mungkin antara tahun 50 M dan 75 M", sementara skeptis John A. T. Robinson bahkan memberikan tanggal yang lebih awal daripada kaum konservatif, yaitu sekitar tahun 40 dan 65. Jika benar bahwa Perjanjian Baru ditulis pada pertengahan hingga akhir abad pertama, maka para rasul yang pada saat itu masih hidup dapat membuktikan kebenarannya dan segala kesalahan sejarah akan segera tampak baik oleh para saksi mata maupun penentang orang Kristen.

Tulisan asli para rasul disimpan secara seksama oleh para gereja, namun penyimpanan yang paling seksama pun tidak dapat bertahan terhadap pendudukan Romawi, perjalanan waktu selama 2000 tahun, dan proses disintegrasi. Saat ini tidak ada yang tersisa dari tulisan-tulisan asli tersebut. Manuskrip asli semuanya hilang, meskipun para ahli masih berharap suatu ketika kejadian Gulungan Laut Mati terulang kembali. Namun tidak hanya Alkitab yang bernasib demikian; tidak ada dokumen asli lainnya dari zaman kuno yang selamat hingga saat ini. Para sejarawan tidak terganggu dengan hal tersebut asalkan mereka memiliki salinan yang dapat dipercayai.

Pada awal sejarah kekristenan, jumlah gereja yang semakin bertambah menghasilkan semakin banyak salinan yang ditulis di bawah pengawasan ketat oleh para pemimpin gereja. Mengikuti tradisi Yahudi dalam menyalin Perjanjian Lama, setiap kata dengan hati-hati disalin dan apabila ada satu kata yang salah maka seluruh perkamen atau papirus tersebut harus dimusnahkan. Jadi sekarang ini para ahli dapat mempelajari tulisan asli para rasul dari salinan dari salinan yang disalin dengan hati-hati, untuk menentukan keotentisitasan sehingga tiba pada sebuah perkiraan yang sangat dekat dengan dokumen aslinya. Tes yang digunakan untuk menentukan keabsahan salinan yang selamat antara lain:

  1. Tes bibliografis.
    Tes ini membandingkan dengan dokumen kuno lain dari periode yang sama. Yang dibandingkan adalah jumlah salinan yang eksis saat ini, jarak waktu antara tulisan asli dan salinan paling awal yang selamat, dan perbandingan sejarah dengan dokumen kuno yang lain. Lebih dari 5000 manuskrip salinan dalam bahasa Yunani telah ditemukan, dan jika dihitung dalam bahasa-bahasa lain, jumlah tersebut menjadi 24000, semuanya berasal dari abad kedua hingga abad keempat. Selain itu selisih waktu tulisan asli dan salinan paling awal juga tidak begitu jauh (lihat tabel). Codex Vaticanus dan Codex Sinaiticus merupakan dua salinan Alkitab yang hampir lengkap dari abad ketiga hingga abad keempat.
  2. Tes bukti internal.
    Tes ini mempertanyakan konsistensi saksi mata, detil nama orang, nama tempat, dan nama kejadian, surat kepada individu atau kelompok kecil, kejadian yang memalukan sang penulis, kehadiran materi yang tidak relevan atau kontra-produktif, dan tidak adanya materi yang relevan. Jika keempat Injil menulis hal yang sama persis, maka hal itu menjadi patut dicurigai. Para saksi mata yang menuliskan Injil menceritakan kisah Yesus dari perspektif yang berbeda-beda, namun catatan mereka tetap konsisten satu dengan yang lain, sehingga secara keseluruhan, keempat Injil memberikan gambaran yang jelas dan utuh tentang Yesus. Sejarawan juga menyukai detil karena hal tersebut mempermudah pelacakan kebenaran. Surat-surat Paulus dan keempat Injil penuh dengan detil nama orang, nama tempat, dan kejadian dan banyak di antaranya telah dibuktikan oleh sejarawan dan arkeologis. Nama-nama yang dikarang oleh penulis Injil akan dengan mudah ditemukan oleh orang-orang yang menentang mereka, para imam Yahudi dan tentara Romawi.
    Ahli sejarah Louis Gottschalk berpendapat bahwa surat yang tidak dipublikasikan secara umum dan ditujukan pada seseorang atau sekelompok kecil orang memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk dapat dipercaya, sedangkan sejarawan lain mengemukakan bahwa kebanyakan penulis tidak ingin mempublikasikan sesuatu yang memalukan mereka sendiri, oleh karena itu dokumen yang menuliskan hal yang memalukan para penulisnya secara umum lebih dapat dipercayai. Penyangkalan Petrus, kejahatan Paulus, dan banyak contoh yang lain tidak akan dicantumkan kecuali jika mereka benar-benar ingin memberikan laporan mengenai kejadian yang sesungguhnya.
    Selain tes-tes di atas, sejarawan juga mencari materi-materi kontraproduktif dan tidak relevan. Hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan (Yesus mati disalib padahal dianggap akan menyelamatkan Israel, kubur Yesus yang kosong ditemukan oleh wanita padahal zaman itu kesaksian wanita tidak dianggap sama sekali) dan detil-detil yang tidak berhubungan dengan cerita utama dan hanya disinggung sekali saja dianggap sebagai tanda bahwa materi-materi tersebut memang benar-benar terjadi atau mereka tidak akan dituliskan. Demikian pula dengan isu-isu yang dihadapi oleh gereja abad pertama ─ pengabaran Injil kepada non-Yahudi, karunia Roh Kudus, sakramen baptis, kepemimpinan gereja ─ sedikit sekali disinggung oleh Yesus. Adalah masuk akal jika para rasul hanya ingin menyelesaikan masalah tersebut dengan menambahkan materi-materi ke dalam Injil yang ditulis. Dalam satu masalah, Paulus dengan terus terang berkata, "Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan"
  3. Tes bukti eksternal.
    Tes ini mengukur reliabilitas suatu dokumen dengan membandingkan dengan catatan sejarah yang lain. Dalam hal ini yaitu catatan sejarah non-Kristen tentang Yesus. Paling tidak ada tujuh belas tulisan non-Kristen yang mencatat lebih dari lima puluh detil tentang kehidupan, pengajaran, kematian, dan kebangkitan Yesus, ditambah dengan detil gereja mula-mula. Lebih jauh lagi, reliabilitas Perjanjian Baru didukung oleh lebih dari 36.000 dokumen non-Alkitab (kutipan dari pemimpin gereja tiga abad pertama) sehingga jika seluruh salinan Perjanjian Baru hilang, maka para ahli dapat merekonstruksi ulang menggunakan dokumen-dokumen tersebut dengan perkecualian beberapa ayat saja.

Dengan bukti-bukti yang telah ada, maka dapat disimpulkan bahwa Alkitab yang beredar saat ini dapat dipercayai kebenarannya / tidak ditambah-tambahi dalam rentang waktu 2000 tahun.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites